Hakiminvestigasi.com
Pesisir Selatan – Wali murid, pegawai, dan siswa MAN 4 Pesisir Selatan di Kecamatan Linggo Sari Baganti, Nagari Ps.Bukit Air Haji, mendesak kejelasan rehabilitasi total ruang kelas. Sejak Februari 2026, kegiatan belajar mengajar terpaksa digelar di luar lingkungan sekolah.
Beberapa orang wali murid mengungkapkan, sejumlah siswa bahkan dilarang masuk ke area sekolah oleh pihak kontraktor pelaksana proyek. Per 18 April 2026, kegiatan belajar mengajar sementara dipindahkan dan menumpang di SMPN 3 Linggo Sari Baganti
Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut. Sejak Februari anak kami belajar di luar sekolah,” ujar wali murid saat dikonfirmasi, Jumat (18/4/2026).
Kondisi makin sulit ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) datang. Para guru terpaksa menumpang di rumah warga karena tidak diperbolehkan menggunakan lokasi sekolah oleh pihak kontraktor. Hal ini dinilai sebagai bentuk kelalaian kontraktor yang berdampak langsung pada proses belajar dan mengajar.
Sebelumnya, pihak sekolah sempat mengusulkan agar rehabilitasi dilakukan bertahap, separuh ruangan terlebih dahulu, sehingga sebagian siswa tetap bisa belajar di sekolah. Namun, usulan itu tidak diindahkan pelaksana pembangunan.
Para pegawai sekolah dan wali murid juga menyayangkan tidak adanya papan informasi proyek di lokasi. Padahal, menurut informasi awal, proyek ini bersumber dari anggaran pusat. Akibatnya, pihak sekolah maupun wali murid tidak mengetahui nilai anggaran, nama kontraktor pelaksana, dan masa pelaksanaan proyek.
“Ini proyek katanya dari pusat, kok ditutup-tutupi? Berapa anggaran, siapa kontraktornya, semua pegawai tidak tahu,” tegas seorang wali murid.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih berupaya mengonfirmasi kepada dinas terkait dan pelaksana proyek mengenai kejelasan kelanjutan rehabilitasi total ruang kelas MAN 4 Pesisir Selatan.
#masyarakatlinggo#walimuridman4#praguru#muridman4pessel
(Timred)







