Hakiminvestigasi.com

PADANG – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Konservasi dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (KPSDKP) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatra Barat menjalankan tugas pokok dan fungsi edukasi kepada pelajar, mahasiswa, serta masyarakat terkait kawasan konservasi penyu.

Kepala UPTD KPSDKP DKP Sumbar, Ir. Hendra Putra, http://M.Si., mengatakan edukasi menjadi kunci pelestarian penyu karena ancaman terbesar berasal dari aktivitas manusia. “Kami tidak bisa menjaga pantai 24 jam. Kesadaran masyarakat adalah pagar pertama konservasi. Karena itu kami rutin masuk ke sekolah, kampus, dan komunitas pesisir,” ujar Hendra, Selasa, 28 April 2026.

*Program Edukasi UPTD KPSDKP*

Berdasarkan Pergub Sumbar Nomor 34 Tahun 2022, UPTD KPSDKP memiliki tupoksi pengelolaan kawasan konservasi dan penyadartahuan publik. Sejak Januari 2026, UPTD telah menjalankan empat program utama:

1. Turtle Goes to Schoo: Kunjungan ke 25 SD-SMA di Padang, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan. Materi meliputi siklus hidup penyu, ancaman kepunahan, dan larangan hukum perdagangan telur penyu.

2. Magang Konservasi Mahasiswa : Kerja sama dengan Unand, Bung Hatta, dan Politeknik KP Pariaman. Mahasiswa dilibatkan dalam patroli malam, relokasi telur, dan monitoring tukik di Pulau Penyu.

3. Sekolah Lapang Pesisir : Pelatihan untuk kelompok nelayan dan pelaku wisata di Nagari Ampiang Parak dan Carocok. Fokus pada ekowisata ramah penyu dan alternatif ekonomi selain jual telur penyu.

4. Kampanye Digital #SaveTukikSumbar: Konten edukasi mingguan di Instagram @upt.kpsdkp.sumbar dan TikTok, menjangkau lebih dari 50 ribu audiens dalam 3 bulan terakhir.

*Dampak dan Tantangan*

Kepala DKP Sumbar Syefdinon, http://S.Sos., M.M., menyebut edukasi mulai menunjukkan hasil. “Tahun ini ada 12 kelompok masyarakat pengawas yang terbentuk dari alumni program kami. Laporan penemuan sarang penyu dari warga naik 40% dibanding 2025,” kata Syefdinon.

Meski demikian, tantangan masih ada. Rendahnya literasi hukum di tingkat pedagang kecil dan masih adanya permintaan pasar terhadap telur penyu membuat UPTD KPSDKP menggandeng Polairud dan BKSDA untuk edukasi yang disertai penegakan hukum.

*Data Konservasi Penyu Sumbar*

Sumatra Barat memiliki 6 kawasan konservasi penyu seluas 1.204 hektare, tersebar di Pulau Pieh, Pantai Tiram, dan Air Bangis. Jenis penyu yang mendarat antara lain Penyu Hijau, Penyu Sisik, dan Penyu Lekang. Pada musim bertelur 2025, UPTD KPSDKP berhasil merelokasi 3.842 butir telur dengan tingkat keberhasilan tetas 78%.

Masyarakat yang ingin mengikuti program edukasi atau melaporkan aktivitas perburuan penyu dapat menghubungi UPTD KPSDKP DKP Sumbar di Kantor Sungai Pisang, Teluk Kabung Selatan, atau Call Center ,0811-6611-027.

#pemprovsumbarpfficial

#mahyeldisp

#udavasko

#dinonfeys

#resisuriati9

(Timred)