hakiminvestigasi.com

KARANGASEM – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatra Barat, Syefdinon,S.Sos., M.M., mendampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatra Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, beserta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumbar dan Tim Ahli DPRD dalam kunjungan kerja ke UPT Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem, Bali, Selasa, 29 April 2026.

Kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk mempelajari secara langsung teknologi produksi induk unggul udang vaname dan kekerangan sebagai upaya memperkuat ketersediaan benih berkualitas di Sumatra Barat. UPT BPIU2K Karangasem merupakan unit milik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menjadi rujukan nasional pengembangan induk udang unggul bebas penyakit atau _Specific Pathogen Free_ (SPF).

Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan, DPRD mendukung penuh penguatan balai benih milik daerah agar Sumbar tidak terus bergantung pada pasokan benih dari luar. “Teknologi yang kita lihat di BPIU2K ini bisa kita adopsi di UPTD milik DKP Sumbar. Tujuannya agar petambak kita dapat benih unggul, harga stabil, dan produksi naik,” ujar Evi di sela kunjungan.

Kepala DKP Sumbar Syefdinon menambahkan, DKP Sumbar tengah menyiapkan _roadmap_ kemandirian benih 2026–2029. “Sumbar punya garis pantai 2.420 km dan potensi tambak 12 ribu hektare. Tapi 60% benih udang masih didatangkan dari Lampung dan Jatim. Kita belajar ke Karangasem untuk skema pembenihan, biosekuriti, hingga manajemen genetik,” jelas Syefdinon.

*Fokus Studi Tiru*

Dalam kunjungan, rombongan meninjau beberapa fasilitas utama BPIU2K:

1. Hatchery Induk SPF: Sistem _biosecurity_ ketat dengan air laut steril dan pakan alami bersertifikat.

2. Laboratorium PCR: Deteksi dini penyakit _White Spot Syndrome Virus_ (WSSV) dan _Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease_ (AHPND).

3. Bank Geneti: Koleksi plasma nutfah udang vaname dan windu hasil seleksi genetik.

Kepala UPT BPIU2K Karangasem, Ir. I Nyoman Adiasmara Giri, http://M.Si., menyambut baik replikasi teknologi oleh daerah. “Kami terbuka untuk transfer pengetahuan. Kuncinya SDM, air baku berkualitas, dan disiplin SOP. Kalau itu dijaga, Sumbar bisa jadi sentra benih untuk Pantai Barat Sumatra,” katanya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumbar menyebut hasil kunker ini akan dibahas dalam rapat koordinasi teknis bersama Bappeda dan Dinas PUPR untuk menyiapkan infrastruktur pendukung di UPTD Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL) Bungus.

DKP Sumbar menargetkan pada 2027 minimal 40% kebutuhan benih udang dapat dipenuhi dari balai milik daerah, sehingga menekan biaya produksi petambak hingga 20%.

#pemprovsumbarpfficial

#mahyeldisp

#udavasko

#dinonfeys

#resisuriati9

 

(Redaksi)